Sinopsis : Emergency Couple – Episode 14

Written by blackwhite on . Posted in Bahasa, Sinopsis Drama

Serial Drama “Emergency Couple” semakin menarik untuk disimak. Dalam episode sebelumnya (episode 13)  , Changmin sudah menentukan sikap untuk mendapatkan kembali cinta Jinhee , walaupun itu harus menentang Ibunya sendiri . 

Disaat gairah Changmin bersemi kembali (CLBK – Cinta lama bersemi kembali) , Dokter Guk walaupun pemalu dalam urusan cinta mulai menampakkan ancaman sebagai rival cinta .

Update

  • Menambahkan preview & sinopsis (March 10 , 20 :30 WIB)
  • Menambahkan rekap part 1 (March 15 , 12.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final part 1 , 2 , 3 (March 16 , 9.00 WIB)
  • Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

Sinopsis

Emergency Couple (tvN 2014) – Episode 14 / Preview , Screencaps , Sinopsis , Written Preview

WRITTEN PREVIEW

(Episode 14)

Patient : Why are you doing this!
Sanghyuk : We’re (with Young’ae)  the married couple.
Jinhee to Professor Oh :I heard you had surgery recently.
Professor Oh : I’m okay.
Secretary : Professor !!!

Jinhee to Guk : You wanted to say something…
Guk to Jinhee : I don’t have anything to say.
Guk to Jinhee : I just wanted to eat with you.
Changmin :  Are you on a date with Oh Jin Hee or something? She’s my girl!
Guk Chunsoo : I’m not the type who does whatever you tell me to do.

 

Changmin – Jinhee sibuk menenangkan seorang pendeta tua ( cameo , bossnya Hyesung di kantor jaksa dalam ” I Hear Your Voice , yang juga memberkati pernikahan Changmin – Jinhee ) .  Sanghyuk yang berdiri disamping Young’ae menegaskan kalau mereka berdua pasangan yang sudah menikah .

Jinhee mengkhawatirkan mantan ayah mertua , Professor Oh , karena telah mendengar Oh di operasi belakangan ini . Professor Oh menenangkan kalau dia baik2 saja . Namun tak lama setelah Jinhee berlalu , Professor Oh jatuh semaput , sehingga Sekretaris panik .

Dokter Guk dan Jinhee makan bersama . Pada saat itu Changmin muncul dengan kecemburuan meluap bertanya pada Guk : Apa kalian sedang berkencan ? Jinhee itu wanitaku . Dokter Guk pun gusar dan berkata kalau dia bukan pria yang bisa menuruti apapun yang dikatakan Changmin .

Rekap

Guk tiba didepan rumah Jinhee . Padahal Changmin juga sedang memarkir dan menunggu dalam mobil sambil melamunkan cincin nikah Jinhee yang baru ditebus .

Changmin terkejut melihat Jinhee pulang bersama Guk . Dan lebih terkejut lagi melihat Guk bersikap gentleman dengan membukakakan pintu untuk Jinhee karena masih hujan deras.  Guk langsung memayungi Jinhee dengan jaket dan mengantar kedepan rumah .

Changmin memandang dari kejauhan dengan mata berkaca2. Guk mempersilahkan Jinhee untuk masuk kerumah . Jinhee pun masuk kedalam rumah . Guk segera pulang .

Changmin masih menunggu dimobilnya . Suasana hujan di malam hari seakan melengkapi derita di hati Changmin .

Didalam rumah , Jinhee sudah mengeringkan diri , menyediakan minuman hangat dan mulai membaca buku pemberian Guk  : Ketika kamu melakukan yang terbaik , beberapa titik akan muncul dalam kehidupan .  Apa yang terlihat seperti titik tidak bermakna , bersama2 menjadi bintang . Kita hanya memiliki titik kita masing dan bintang kita masing2.

Diluar rumah Jinhee , Changmin masih menunggu dimobilnya . Suasana hujan di malam hari seakan melengkapi derita di hati Changmin .

***

Keesokan pagi , Changmin melihat Jinhee sedang menunggu lift. Changmin berdiri agak jauh , mematung ,  memandang Jinhee . Jihyee melihat Changmin – Jinhee menunggu didepan lift .

Jinhee masuk lift . Jihyee menghampiri Changmin dan berkata kalau Changmin tidak perlu menghindari Jinhee. Changmin tersenyum kecut bahwa menunggu bukanlah hal yang mudah .

Jihyee tersenyum : Tentu tidak , bahkan ketika kamu ingin melakukan sesuatu untuknya , kamu harus menahan diri . Bahkan jika kamu ingin mendekat , kamu harus menahan diri .

Changmin membenarkan : Tidak ada yang bisa kulakukan sehingga aku sedikit frustasi .

Changmin – Jihyee pun memasuki lift kemudian .

***

Diruang UGD , pasien baru tiba , seorang anak remaja mengalami jatuh di taman bermain .

Changmin – Jinhee langsung menangani pasien itu . Jinhee merawat luka , dan Changmin menenangkan pasien agar jangan bergerak dulu .

Menurut Changmin sebaiknya pasien diberikan pereda sakit . Jinhee meminta perawat untuk menyediakan Demerol . Changmin memeriksa bahwa kondisi pasien mengalami patah tangan , bukan di bahu saja.

Jinhee menerima Demerol dari perawat. Changmin meminta perawat memanggil Dokter Guk .

Jinhee merawat luka berdarah di bahu pasien . Changmin bertanya dimana pasien itu merasakan sakit ?

Dokter Guk tiba . Changmin menjelaskan kondisi pasien yang mengalami luka memar di bahu kanan dan siku tertarik . Guk menyimpulkan pasien tidak mengalami kerusakan di tulang belakang , tetapi mengalami retak tulang di kaki juga. Dan jika tulang mengalami dislokasi , maka harus dibenarkan segera dan melakukan test Xray.

Changmin bertanya apa perlu Xray dari kedua sisi . Guk membenarkan bahwa untuk remaja , struktur tubuh mereka sedikit berbeda dan garis patahan akan sulit ditemukan , karena itu harus mengambil Xray dari kedua sisi untuk menggambarkan akurat.  Guk mengatakan agar luka di bahu juga diperiksa , apa ada kerusakan di pembuluh darah , karena jika darah merembes akan menyebabkan gangguan otot.

Guk bertanya dimana gerangan wali pasien ? . Perawat berkata kalau wali pasien sedang dalam perjalanan .

***

Sementara itu Younggyu sedang menangani seorang pasien kakek yang terus terbatuk sehingga menderita dan sulit tidur. Kakek meminta Younggyu untuk menyembuhkannya. Yonggyu tersenyum dan menyimpulkan kalau sang kakek mengalami infeksi paru2.

Younggyu bersiap menuliskan resep untuk sang kakek , dan bertanya apa kakek mengkonsumsi obat lain saat ini ? . Kakek mengaku mendapat suplemen dari rumah sakit lain , untuk mengatasi tekanan darah tinggi .

***

Changmin – Jinhee mengawal pasien anak yang terluka ke ruangan lain untuk pemeriksaan Xray  .

Jinhee bertanya pada Changmin kenapa bisa tahu dengan hanya menyentuh tubuh pasien ? . Changmin berkata kalau dia hanya melakukan saja . Jinhee bertanya apakah bukan karena Changmin itu “Tangan Tuhan” ?

Pasien anak tiba2 menolak untuk ditangani  Changmin – Jinhee membujuk anak itu bahwa prosesnya tidak akan sakit dan hanya diambil gambar saja untuk mengetahui kondisi tulang. Anak itu berkata kalau dia tidak punya ayah dan ibu .

***

Jihyee – Guk khawatir karena wali pasien belum muncul juga . Perawat berkata tidak bisa menjangkau orangtua pasien . Guk heran lalu siapa wali yang dibilang sedang dalam perjalanan ?

Guk – Jihyee menanyai pasien kenapa nomer ponsel kedua orangtuanya berubah dan tidak bisa dihubungi ? .

Pasien mengeluh : Mereka tetap tidak akan datang walaupun bisa dihubungi . Ibu ada di Amerika , Ayah entah kemana. Mereka telah bercerai sejak aku berusia tiga tahun . Dan aku tinggal dengan nenekku sebelum meninggal tahun lalu .

Pasien kini hidup sendirian (padahal masih kecil) .

Changmin – Jinhee membawa laporan Xray . Jihyee berkata kalau cidera pasien hanya luka memar dibahu , dan harus diperbaiki dengan segera.

Guk bertanya siapa nama pasien ? . Pasien menjawab namanya adalah Goh Eunchul . Guk berkata akan membetulkan posisi tulang . Pasien cilik ini takut kesakitan . Jinhee tersenyum menenangkan kalau pasien bisa menghitung sampai lima , tidak akan merasakan sakit , jadi harap tahan sebentar saja .

Guk memberi aba2 agar pasien cilik menghitung sampai lima dalam pikirannya. Guk mulai membetulkan tulang lengan pasien dengan cepat. Selesai .

Pasien terkejut sudah selesai , padahal baru menghitung sampai tiga. Jinhee memuji kalau pasien cilik tidak menangis.  Jinhee berkata kalau pasien akan cepat pulih karena masih muda.

Jihyee membenarkan , dan bisa lebih cepat lagi dengan pembalut , dan bagusnya pasien tidak memiliki kerusakan sekunder pada siku maupun bahu . Guk mengatakan agar pasien diberikan vaksin tetanus dan anti-radang.

Guk memerintahkan Jinhee untuk memperbaiki balut pada pasien. Jinhee melongo : Aku ? .  Guk bertanya : Memang kenapa , apa kamu tidak bisa ? . JInhee : Ya aku bisa.  Guk : Hati2 agar tidak menyebabkan infeksi kulit.  Changmin : Walinya belum datang juga. . Guk : Justru itu biar kalian berdua yang melakukan .

***

Jinhee mulai memasang perban dan mengingatkan pasien cilik Eunchul untuk tidak menggerakkan tangan ketika Jinhee mulai memasang perban di tangan. Eunchul bertanya apakah akan kesakitan ? . Jinhee menenangkan dan mulai beraksi . Tiba2 pasien mengerang kesakitan . (Jinhee tampaknya kurang pengalaman dalam hal ini ) .

Changmin melihat hal itu dan datang membantu . Changmin menegur Jinhee agar membuat posisi pasien nyaman dulu . Changmin mengambil bantal untuk menopang tangan Eunchul . Changmin mengingatkan Jinhee jika salah menaruh perban bisa menyebabkan Eunchul keseleo.

Eunchul menerka kalau Jinhee bukan dokter yang bagus . Jinhee cemberut menukas bahwa itu tidak benar.  Pemasangan perban dimulai kembali , tetapi Eunchul tidak sabar dan bertanya kapan berakhir ? . Changmin menenangkan bahwa hampir selesai kok .

Changmin menceramahi Jinhee agar melakukan tekanan yang konsisten , dan jangan menekan dengan jari . Jinhee mengomel kalau dia tidak melakukan itu .  Eunchul tersenyum senang mendengar Jinhee diceramahi Changmin dan mengalami kesulitan . Jinhee cemberut menukas bahwa itu tidak benar.

Tiba2 Eunchul kembali mengerang kesakitan . Jinhee panik dibuatnya dan bertanya dibagian mana yang kesakitan . Eunchul ternyata hanya bergurau saja . Jinhee mengomel .

Changmin mencubiti pipi Eunchul dengan gemas dan mengancam akan melakukan proses perban lagi dari awal . LOL .  Jinhee khawatir sekaligus tersenyum dan menghentikan keisengan Changmin .

Ahreum melihat kebersamaan Changmin – Jinhee dari jauh . Sementara itu Younggyu melihat Ahreum dari belakang.

***

Ahreum bermuram durja . Ahreum baru menyadari kedekatan Jinhee-Changmin selama ini .

Sebuah kilas balik . Ahreum melihat Jinhee memasangkan alat ke hidung Changmin . Changmin antara kesakitan dan tertawa geli . Demikian juga dengan Jinhee.  Ahreum juga teringat Changmin bersikap dingin padanya .

Ahreum sadar kalau Changmin menyukai Jinhee.

Younggyu muncul mengajak Ahreum berbincang.  Younggyu dengan ragu2 berkata : Sebenarnya , Changmin …….

Ahreum memotong : Aku tahu kok , dia menyukai Jinhee.  Younggyu : Bagaimana kau bisa tahu . Ahreum : Entahlah , tetapi aku dapat merasakannya.  Younggyu : Jadi , apakah merasakan sakit (hati) ?

Ahreum menghela nafas : Well , sedikit sih . Tetapi aku baik2 saja . Bagaimana bisa setiap orang merasakan perasaan yang sama , hanya karena aku menyukai dia , itu tidak berarti dia harus menyukaiku kembali .

Yonggyu membenarkan .

Ahreum : Hati seseorang tidak bisa kumiliki dengan mencurinya. Aku harus membuat dia menyukaiku .  Younggyu tersenyum : Omong2 , apakah kamu tahu hari apa sekarang ?

***

Sanghyuk – Young’ae berjalan di koridor . Young’ae membawa bunga di tangannnya dan bertanya kenapa Sanghyuk membeli buket kecil ini ? . Sanghyuk mengeluh : Kecil apanya ? Aku membungkus sendiri .

Mereka langsung duduk setelah memasuki ruangan . Jinhee bertanya apa itu ditangan Young’ae . Sanghyuk mengatakan kalau sekarang White Day.

(Red – White Day adalah hari khusus semacam valentine day 14 February , tetapi di Asia Timur seperti Jepang , Korea dan China dilangsungkan pada 14 Maret.  Perayaan ini berawal di Jepang dan menyebar ke Korea dan China. Ketika para wanita memberikan hadiah pada pria di hari Valentine , maka kaum pria harus memberikan hadiah pada hari White Day sebulan setelah Valentine Day) . 

Jinhee mengerti dan memuji kalau Young’ae pasti bahagia.

Young’ae berkata lain kali aku akan meminta sesuatu yang lebih praktis daripada hadiah ini . Sanghyuk mengomel : Dulu waktu kita masih berkencan , kamu bahagia padahal aku hanya memberikan satu candy saja. Bagaimana bisa orang berubah drastis seperti itu ? Huh , Dasar wanita.

Jinhee tertawa melihat pertengkaran kecil mereka.

Dokter Guk : Jangan main  terus , karena kamu tidak punya Ayah dan Ibu .  Jika kamu melakukan sesuatu dengan baik daripada belajar , itu juga tidak masalah , tetapi butuh lebih banyak uang , sedangkan biaya studi lebih butuh uang sedikit .

Eunchul : Apa anda itu pelajar yang baik ? .

Guk : Tentu saja , karena aku juga tidak punya ayah dan ibu , seperti dirimu . Karena itu aku bisa menjadi dokter sekarang.

Jinhee diam2 terus mendengarkan pembicaraan itu dan ikut tersentuh .

Part 2 (of 3)

Tags:

  • onny maya

    Maunya guk sm jihye kan dia udh pnya ank kan,,cuma guk gak tau,,and changmin sm jinye

  • uthe raisha

    Seruuuu…….ga sabar pingin tau endingnya. Jadi bingung pilih dr.gook apa changmin ya?…..suka keduanya….hehehe

  • mira

    Tolong dong…..dibuat sinopsis bride of century

  • Reni

    awesome ….lucu dan menyentuh

  • onny maya

    Gak sabar baca recap selanjutnya

  • Karina Shintya

    Kyaaaaaa!!! Gak sabar,, makin seru *.*
    Gook Team mendukung mu!! :D *padahal ending’y pasti sama ChangMin :D

  • diana_rashidi

    Hai.. salam perkenalan dari Malaysia.. mohon izin bacaan nya ya.. rasanya ini blog yang paling cepat update nya.. lengkap lagi.. good job dear.. =)

  • Yao

    lucu banget , changmin kalu cemburu kek anak kecil …. keep fighting ……..

    changmin yg lucu dan tajir versus guk yang pendiam dan dokter teladan

  • AprileaXoXo°

    Chang Miiin . Dibakar Cemburu . Penasaran banget sma lanjutanya

  • uthe raisha

    Penasaraaaannn …… ga sabar nunggu kelanjutannya.