Sinopsis : Gu Family Book – Episode 15

Written by bentara on . Posted in Sinopsis Drama

Yeowool cilik memandang pedang ayahnya. Dia mencoba untuk mengambil salah satu tetapi pedang itu terlalu besar baginya. Ayahnya muncul di belakangnya dan menanyakan apakah itu berat?

Polisi Dam kemudian berkata : “Pedang adalah kekuatan. Tetapi jika kamu  salah memegangnya dan menumpahkan darah tak berdosa, beratnya dapat menjadi lebih berat dari apa pun yang kamu sanggup bawa. ”

Yeowool cilik bertanya apakah ayahnya pernah menumpahkan darah orang yang tidak bersalah ? Ayahnya mengaku bahwa hanya sekali pernah menumpahkan darah tak bersalah.”


***

Kangchi mendengar tentang kembalinya ayahnya sebagai Iblis Seribu Tahun. Rahib Sojung mengatakan bahwa ayah Kangchi kembali kedunia untuk menghancurkan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan Seo-hwa, dan mungkin juga anaknya masuk dalam daftarnya. Sojung memohon agar Kangchi lekas melarikan diri.

***

Yeowool mencoba berlari  dan Wolryung terus membayanginya. Sampai tibalah Yeowool melihat Wolryung dengan lebih jelas. Yeowool berharap dalam hati agar Kangchi lekas datang untuk menolongnya.

Kangchi berhenti sesaat di tengah jalan karena seperti merasakan satu firasat dan berlari untuk mengejar sesuatu.

Wolryung melangkah lebih dekat dan membungkuk kebawah. Dia meletakkan tangannya ke dagu Yeowool untuk mengangkat wajahnya, dan kemudian tersenyum padanya.

 

Kangchi terus berlari dan berteriak memanggil nama Yeowool. Yeowool seperti mendengarnya dan menoleh kearah sumber suara. Wolryung mengingatkan agar Yeowool jangan beranjak dari tempat itu.

Yeowool bertanya siapa gerangan Wolryung dan apa maunya ?  Wolryung memperkenalkan dirinya dan bertanya balik siapa gerangan gadis itu ? Wolryung tampak senang begitu tahu gadis itu ternyata putri dari Polisi Dam Pyungjoon. Wolryung bertanya bagaimana dia tahu Choi Kangchi ?

“Kau tahu Choi Kangchi ?” tanya Yeowool dengan heran

“Aku ayahnya . Aku mahluk mitos yang dibunuh oleh ayahmu 20 tahun lalu.” jawab Wolryung.

“Apa ? “

“Kau tak tahu bahwa orang yang membunuhku adalah ayahmu ? “

“….”

“Kurasa kau memang tidak tahu . Apa Choi Kangchi juga tidak tahu ? ” tanya Wolryung dengan penasaran.

Wolryung mendekatkan wajahnya kearah wajah Yeowool . Yeowool merasa terancam dan bangkit menebaskan pedangnya kearah Wolryung.

Wolryung tersenyum geli dan memperingatkan bahwa Yeowool tidak akan pernah bisa mengalahkan dengan cara seperti itu. Sekarang pedang Yeowool mengarah kelehernya sendiri.

Kangchi seperti bisa merasakan dimana Yeowool . Kangchi berlari cepat dalam  hutan. Kangchi menemukan Yeowool sendirian, lunglai dan tampak terkejut dan hampir menangis. Kangchi bertanya apa yang terjadi? Tapi Yeowool hanya menangis dan memeluknya, menangis di bahu Kangchi.

***

Malam itu, Pensiunan Gwan berdiskusi mengenai rencana rahasia pembangunan kapal kura-kura yang Taeseo bawa sebelumnya, dan bertanya-tanya apakah Taeseo benar-benar memberikan info yang benar ? Pensiunan Gwan mengatakan pada Pengawal Seo bahwa ada satu cara untuk memastikannya.

***

Di hutan, Kangchi membungkus pergelangan kaki Yeowool yang terkilir  sehingga bisa berjalan kembali ke rumah. Kangchi bertanya Yeowool melihat apakah sampai ketakutan begitu parah. Yeowool tidak bercerita tentang Wolryung, yang tampaknya seperti ide yang buruk (Sama saja dengan mengatakan kalau ayahnya adalah pembunuh ayah Kangchi).

Kangchi mencerca Yeowool yang berani-beraninya pergi ke hutan sendirian. Yeowool tersinggung : “Apakah kamu melihatku sebagai seorang wanita sekarang?”

Kangchi menempatkan tangannya untuk membantu Yeowool berdiri, dan kemudian menyentak tubuhnya begitu cepat sehingga Yeowool jatuh dalam pelukannya. Untuk sesaat mereka hanya berdiri di sana, berpegangan tangan dan memandang satu sama lain.  Kangchi seperti menahan godaan untuk tidak mencium Yeowool.

Keduanya tiba-tiba canggung . Kangchi mengambil pedang dan salah tingkah . Yeowool hanya bisa tersenyum.

***

Taeseo berkeliling di Penginapan Seratus Tahun yang pernah menjadi milik keluarganya. Taeseo bertanya-tanya pada Pelayan Choi apakah dia benar-benar bisa merebut kembali tempat ini suatu hari nanti ?  Taeseo menyimpulkan dari laporan Choi bahwa Pensiunan Gwan tidak punya niat mengembangkan usaha penginapan ini.

Diam-diam Wanita Misterius itu mengamati Taeseo dari kejauhan. Salah satu ajudannya menilai Taeseo itu pandai dan mampu mempertimbangkan segala hal.

Wanita Misterius mengatakan dengan sedih, “Jika dia masih hidup, dia akan menjadi sekitar usia Taeseo …”

***

Dalam perjalanan mereka turun gunung, Yeowool berjuang untuk berjalan dengan kondisi pergelangan kaki terkilir. Kangchi melihat itu menawarkan hendak menggendongnya.

Yeowool menolak, karena merasa bukan masalah besar . Kangchi tak peduli dan terus menggendong Yeowool yang disebutnya tidak lebih berat dari karung beras. Yeowool akhirnya mengucapkan terimakasih dan mereka berdua tersenyum.

Senyum mereka memudar begitu Gon muncul dengan beberapa murid di belakangnya. Gon memandang dengan jengkel . Tetapi ini belum seberapa , Polisi Dam muncul dari belakang Gon.

Ketika mereka kembali, Polisi Dan mengomeli putrinya yang mulai tidak patuh , dan mengingatkan Yeowool bahwa sekarang dia bertunangan dengan Taeseo .

Yeowool menentang rencana pertunangan dan merasa ayahnya memutuskan itu tanpa berkonsultasi dengannya. Yeowool bertanya apakah sikap dingin ayahnya itu karena pernah membunuh ayah kandung Kangchi ?

Polisi Dam heran putrinya tahu darimana ? Yeowool meminta ayahnya menjawab dulu pertanyaannya. Polisi Dam menghentikan pembicaraan.

Yeowool teringat baru saja Wolryung menuduhnya persis seperti ayahnya yang mengangkat pedang untuk orang yang tidak bersalah. Yeowool membantah dan  menegaskan bahwa ayahnya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Wolryung terus mencecar bahwa mahluk mitos adalah mahluk suci yang tidak bersalah juga.

Polisi Dam memanggil Gon dan mengatakan kepadanya bahwa sejak saat ini, mereka harus memisahkan Yeowool dan Kangchi.

Pagi harinya, Gon memberikan kabar bahwa Yeowool terkena hukuman dikurung dikamarnya, dan jika Yeowool berani melangkah satu kaki di luar, maka para siswa termasuk Gon akan dihukum.

Yeowool pasrah untuk sementara tetapi bertanya mengenai kabar Kangchi.

***

Kangchi sendiri sedang mengendap-endap di Penginapan Seratus Tahun untuk melihat Taeseo, dan berpakaian serba hitam di siang hari bolong.

Taeseo secara reflek hendak menyambut sahabat baiknya ini . Tetapi Taeseo curiga saat melihat Kangchi terlihat membawa pedang.

Sikap “Kang-chi” yang tidak seperti biasanya ini kemudian  mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti apakah Taeseo benar-benar mengkhianati Jendral Lee dan membocorkan rahasia desain kapal kura-kura ?

Taeseo meladeni “permainan” yang mencurigakan itu. Taeseo mengatakan bahwa dia akan melakukan segalanya untuk Chungjo, dan mengutip sebuah pepatah Tionghoa klasik : “Jika anda tahu musuh dan diri sendiri …maka akan memenangkan setiap pertempuran .” . Usai mengatakan itu Taeseo berinisiatif menyerang duluan.

Belum lama bertarung , Pensiunan Gwan muncul dan meminta pertarungan di hentikan. Ternyata Pengawal Seo menggunakan ilmu ninjanya untuk menyaru sebagai Kangchi. Taeseo pura-pura kaget , “Apa-apaan ini ?!!”. Kini Pensiunan Gwan yakin kalau Taeseo benar-benar tidak menipunya.

***

Rahib Sojung siuman dan menyadari bahwa Kangchi sedang merawatnya dengan telaten. Sojung melihat hal itu malah menggerutu kenapa Kangchi belum melarikan diri dari Wolryung.

Sojung memperingatkan bahwa Kangchi akan mati. Kangchi heran bukankah Sojung sendiri yang bilang bahwa sebagai seorang gumiho maka  dia tidak bisa mati.

Sojung menjelaskan bahwa antara dua mahluk mitos , mereka bisa saling membunuh.

Kangchi membual : “Kalau begitu, berarti aku bisa membunuhnya.” Sojung tentu saja paham bahwa Wolryung yang sudah hidup selama seribu tahun masih terlalu tangguh buat dihadapi Kangchi yang masih hijau.

Kangchi mengatakan kalau mengetahui musuh dan diri Anda sendiri …maka …… Sojung mencoba menambahkan: “setiap pertempuran dimenangkan.”

Rahib Sojung kecele . Maksud Kangchi adalah :  “Jika aku tahu kau dan aku, kita ‘baik akan menjadi musuh atau teman. ”

Prinsip Kangchi sama dengan Taeseo . Karena itu Taeseo tahu bahwa dia tadi didatangi oleh Kangchi palsu.

***

Kangchi pamit dari rumah Sojung, Wolryung diam-diam mengamatinya Tapi sesuatu yang aneh terjadi ketika mereka bertemu dan saling memandang.

Mata merah Wolryung menatap dan tiba-tiba tanaman merambat mulai tumbuh di sekitar kaki Kangchi itu, menjebak dia disana. Tak lama Wolryung menghilang lagi dan Kangchi membebaskan diri dari tanaman yang merambat ditubuhnya.

Kangchi berjalan kembali ke markas dan berteriak mencari Yeowool. Yang ada malah Gon. Kangchi  memberitahu Gon tentang tanaman merambat menyeramkan . Gon seperti biasanya menanggapi Kangchi dengan dingin.

Kangchi mulai menyadari kalau Yeowool dilarang keluar kamar. Yeowool telah memulai pendidikan rumah tangga sebagai calon istri. Pelajaran pertama adalah menjahit. Yeowool tentu saja kesal karena terbiasa hidup sebagai pendekar wanita yang biasa bermain pedang.

Yeowool tak tahan dan melabrak ayahnya. Polisi Dam mengatakan sudah waktunya Yeowool untuk menyiapkan tugas-tugas sebagai istri, Tetapi Yeowool berteriak kembali, “Kata Ayah , aku jangan sampai melupakan beratnya pedang! Untuk mempelajari pedang dan melindungi orang lain ! Kau sendiriyang mengajariku!

Polisi Dam tidak bergeming. “Hiduplah sebagai seorang wanita. Gantungkan pedang dan temukan kebahagiaan sebagai seorang istri. Itu adalah kehendak-ku sebagai ayah. ” .

Yeowool mulai berjalan keluar , dan sebelum itu menyatakan,” Jika tidak dengan Kangchi, saya tidak ingin menikah! Jika tidak dengan Kangchi, saya tidak ingin hidup sebagai sesuatu yang lain.”

***

Kangchi protes karena merasa dicurangi dan dibokong dari belakang. Guru Gongdal menasehati kalau Kangchi begitu terus maka Kangchi akan ditendang keluar dalam satu hari saja. (Gon menjanjikan tiga hari).

Guru Gongdal khawatir dan kembali menyodorkan obat ginseng merah untuk Kangchi agar kekuatannya pulih.

Kangchi sejak ditebas oleh Gon menjadi paranoid. Begitu merasakan ada langkah orang yang mendekat , Kangchi dengan reflek menodongkan sendok kepada……..Sung ternyata muncul.

Sung yang polos itu ikut tersenyum simpul melihat ujian lonceng sudah dijalani oleh Kangchi.

Sejak itu seharian Gon seperti ada dimana-mana bagi Kangchi. Suatu ketika Kangchi hendak buang hajat , pada saat itu Gon kembali muncul dan menebas salah satu lonceng di sabuk Kangchi.

“Tinggal tujuh.” Gon berkata dingin.

Saat Kangchi mencuci muka . Gon kembali muncul dan menebas lonceng.

“Tinggal enam.” Gon berkata dingin.

Kangchi kesal dan akhirnya mencoba menyerang Gon. Gon dengan mudah menangkisnya. Gon menantang agar Kangchi merebut pedangnya kalau bisa. Kangchi gagal dan  malah kehilangan loncengnya lagi. Tinggal lima.

Sementara itu Yeowool marah karena dipaksa belajar bagaimana menjahit dan menggerakkan jarum. Bagi Yeowool lebih mudah bermain pedang daripada menggerakkan jarum. Yeowool cemberut terus menerus saat berlatih hal ini.

Kangchi berkeliling dan teringat atas fenomena tanaman merambat saat bertemu Wolryung di hutan. Kangchi membentangkan tangannya dan memerintahkan tanaman didekatnya untuk tumbuh, tapi tidak ada yang terjadi.

Kangchi akhirnya melepas gelangnya, dan mencoba lagi. Kali ini pohon anggur tumbuh, dan Kangchi memandang dengan takjub.

Wolryung ada dibelakangnya untuk mengawasi Kangchi.Wolryung juga  menggerakkan tangannya, dan pohon di dekatnya mulai mati.
***

Bongchool mendengar rumor yang beredar bahwa Kangchi adalah putra dari gumiho yang tewas dua puluh tahun yang lalu, dan bahwa Kangchi berada dibalik semua pembunuhan di hutan akhir-akhir ini. Bongchool jadi khawatir rumor itu akan membahayakan Kangchi yang telah menyelamatkan hidupnya.

Pada saat yang sama, para pejabat tiba untuk memberitahu Jendral Lee Soon-shin hal yang sama dengan rumor yang beredar . Kepala Polisi menyarankan Jendral Lee agar Kang-chi dibawa untuk pemeriksaan demi untuk mengkonfirmasi bahwa dia manusia.

***

Kangchi menyelinap didepan jendela Yeowool malam. Yeowool pada mulanya gembira karena kangen , tetapi tak lama dia cemberut menunjukkan jarinya yang  terbalut karena terluka oleh jarum. Yeowool mengatakan akan lebih baik dipotong oleh pedang daripada ditusuk oleh jarum, tetapi Kangchi mengatakan setidaknya Yeowool aman jika dikurung.

Kangchi menyodori Yeowool sebatan tanaman berdaun. Yeowool bertanya-tanya mengapa Kangchi membawa semak-semak, tapi Kangchi meminta agar Yeowool melihat dengan cermat. Tiba-tiba muncul bunga yang mekar.

Yeowool mendongak dengan takjub dan bertanya bagaimana cara Kangchi melakukannya, dan Kangchi tertawa, “Aku tidak tahu.” Kangchi mengaku hanya menyuruh tanaman itu untuk tumbuh .

Yeowool mengulurkan tangan untuk mengambilnya, dan jari mereka bersentuhan untuk waktu yang lama. Kangchi sudah paham bahwa jika berada didekat Yeowool maka Kangchi tidak akan berubah menjadi gumiho walaupun melepaskan gelangnya.

Sementara itu Chungjo bersiap untuk meninggalkan markas keluarga Dam. Chungjo datang bersama Madam Chun yang datang kesini untuk berunding dengan kubu Jendral Lee.

Pelayan Gob bertanya apakah Chungjo sudah melihat Taeseo atau Kangchi ? Chungjo hanya berbalik dengan air mata di matanya. Chungjo ternyata melihat Kangchi sedang menyerahkan Yeowol sekuntum bunga dengan senyum penuh cinta.

Chungjo kembali ke kamarnya dan melemparkan obat Kangchi ke lantai hingga pecah berkeping-keping.


***

Dikamarnya , Yeowool mabuk kepayang oleh persembangan bunga dari Kangchi. Tetapi Yeowool terganggu karena teringat perkataan Wolryung dan perkataan ayahnya mengenai Kangchi yang akan membalas dendam jika tahu kebenarannya.

***
Kangchi menemui Guru Gongdal dan berteriak histeris bahwa dia berhasil menghitung semua kacang yang berjumlah 13786 butir. Guru Gongdal terkekeh merasa Kangchi salah menghitung lagi.

Kangchi yang sudah terlanjur gembira menjadi kecewa.

“Kalau begitu jumlahnya lebih satu atau lebih dua ? “ desak Kangchi.

Guru Gongdal terus mengatakan bahwa Kangchi salah. Kangchi bersumpah bahwa dia menghitung dengan teliti sampai seakan-akan matanya berubah menjadi kacang, tapi Guru Gongdal  mengatakan dengan tegas bahwa itu tidak masalah karena itu bukan jawabannya.

Kangchi bertanya-tanya apakah tugas itu merupakan pertanyaan jebakan yang tidak memiliki jawaban ? Kangchi merengek untuk meminta petunjuk, dan Guru Gongdal membawa tongkat sapu bambu.

“Apa ini?”

Kangchi menjawab bahwa itu adalah sapu. Guru Gongdal kemudian menyuruh agar Kangchi mencoba merebut saput itu. Kangchi tidak berhasil merebut karena merasa gerakan Guru Gong lebih cepat darinya.
“Salah. Kau ini tidak bisa merebutnya karena fokusmu hanya pada sapunya.”

“Apa … artinya?” tanya Kangchi penasaran.

“Hal yang paling penting adalah intinya.” Guru Gong memberikan petunjuk sambil meninggalkan Kangchi yang masih bingung.

Guru Gongdal dengan ekspresi senang masih sempat memperhatikan Kangchi yang tampak serius . Tetapi wajah Guru Gong berubah prihatin saat teringat obrolannya dengan Polisi Dan sebelumnya.

(Polisi Dam mengatakan pada Guru Gong bahwa jika Kangchi menjadi penghalang rencana Jendral Lee , maka Kangchi harus dikorbankan.

***

Asisten Wanita Misterius itu mendekati Taeseo dan menyampaikan sesuatu.

***

Wolryung datang lagi untuk memata-matai Kangchi, dan Kangchi bisa merasakan ada seseorang di dekatnya. Kangchi berjalan mengejarnya dan menemukan seseorang yang sedang menggeram dalam gelap, dengan satu mata merah menyala.

***

Taeseo menghadap Wanita misterius pemimpin delegasi Jepang. Wanita misterius ini bertanya kenapa Taeseo hendak menemuinya padahal sudah larut malam ?

Taeseo bungkam untuk sesaat. Wanita misterius ini akhirnya merasa baik adanya kalau Taeseo datang karena wanita ini juga ingin tahu tentang Taeseo.

Wanita misterius ini membuka penutup kepala dan wajahnya dihadapan Taeseo.  Dia adalah Seohwa yang ternyata belum meninggal dan menjelma menjadi wanita Jepang.

***

Sinar rembulan lagi terang benderang sehingga wajah Wolryung terlihat jelas.

“Apa kau Choi Kangchi ?”tanya Wolryung

“Siapa kau ? “ Kangchi bertanya balik

Dia akhirnya berbicara: “Saya Gu Wol-ryung.”

SINOPSIS LENGKAP

[Episode 1 ] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18][19] [20][21] [22] [23] [24]

PEMERAN

  • Lee Seung-Gi (이승기) – as Choi Kangchi
  • Bae Suzy (배수지) – as Dam Yeowool
  • Lee Sung-Jae (이성재) – as Jo Gwan-Woong
  • Jo Sung-Ha (조성하) – as Dam Pyungjoon
  • Yoo Yun-Suk (유연석) – as Park Taeseo
  • Lee Yoo-Bi (이유비) – as Park Chungjo
  • Sung Joon (성준) – as Gon
  • Choi Jin-Hyuk (최진혁) – as Gu Wolryung / Ayah Kangchi
  • Yoon Se-Ah (윤세아) – as Ja Hongmyung / Yoon Seohwa versi tua / Ibu Kangchi
  • Lee Yeon-Hee (이연희) – as Yoon Seohwa versi muda
  • ==============================
  • Yoo Dong-Geun (유동근) – as Admiral Lee Soonshin
  • Jo Jae-Yoon (조재윤) – as Ma Bongchool
  • Kim Hee-Won (김희원) – as Rahib Sojung
  • Uhm Hyo-Sup (엄효섭) – as Park Moosol (Ayah dari Taeseo and Chungjo , Ayah Angkat Kangchi)
  • Son Ga-Young (손가영) – as Wolsun (Gisaeng Utama)
  • Jung Hye-Young (정혜영) – as Madam Chun Sooryun (Pemimpin Rumah Gisaeng)
  • Lee Do-Kyung (이도경) – as Gongdal (Salah satu dari Empat Guru)
  • Kim Hee-Jung (김희정) – as Lady Yoon (Ibu dari Taeseo dan Chungjo)
  • Nam Hyun-Joo (남현주) – as Kepala Pelayan Rumah Gisaeng
  • Park Joo-Hyung (박주형) – as Han Noh (Kepala Keamanan Penginapan Seratus Tahun)
  • Kim Ki-Bang (김기방) – as Ok Man (Pelayan Penginapan Seratus Tahun)
  • Kim Bo-Mi (김보미) – as Damyi (Pelayan Seohwa)
  • Lee David (이다윗) – as Yoon Jungyoon (Adik dari Seohwa)
  • Kim Dong-Kyoon (김동균) – as Choi Mareum (Kepala Pelayan Penginapan Seratus Tahun / Ayah Angkat Kangchi )
  • David McInnis – as Kageshima (Kepala Keamanan Delegasi Jepang)
  • Kim Sung-Hoon (김성훈) – as Wolpae
  • Song Young-Kyu (송영규) – as Pilmok (Asisten Seohwa)
  • Lee Hye-In (이혜인) – as Gobdan (Pelayan Chungjo)
  • Jin Kyung (진경)  – as Bibi Guru Yeowool

 

 

Tags:

Trackback from your site.