Sinopsis : The Prime Minister And I – Episode 15

Written by joseonpop on . Posted in Bahasa, Sinopsis Drama

Dajung merasa bukan itu maksudnya karena alasan untuk menemuinya adalah kebalikan dari apa yang dipikirkan Na Young. “Sesungguhnya saat aku melihatmu pertama kali , aku berharap aku salah lihat dan hal itu tidak terjadi , karena , aku tidak ingin meninggalkan Perdana Mentri. Tetapi  aku berpikir bahwa itu tidak benar . Lagipula kau ibu kandung dari anak2. Jadi harap kembali ketempatmu yang semestinya.”

“Tidak , jika kau bertemu denganku hanya untuk mengatakan hal itu maka aku akan pergi sekarang. Aku sangat berterimakasih padamu Dajung , tetapi aku akan berpura2 tidak pernah mendengar hal ini.”

“Anak2 itu , Woori , Nara dan Man Se telah lama menantikan ibu mereka , dan untuk alasan ini , kamu harus kembali ketempatmu semula , Nyonya .”

Dajung berlalu meninggalkan Na Young .  Dajung kembali pada Inho yang menunggu tak jauh dari situ.  Dajung memberikan senyuman bahwa perbincangan dua wanita berlangsung baik , dan sekarang merasa lebih lega .

Namun Dajung tentu saja membohongi diri sendiri dan mulai menangis .  Inho khawatir dan bertanya apa Dajung baik-baik saja ?  Dajung meminta agar Inho berpura2 tidak melihatnya menangis.  Inho bertanya apa yang akan dilakukan Dajung berikutnya ?  Dajung merasa tidak pasti karena untuk saat ini tidak bisa memikirkan banyak hal . Dajung bertanya mau sampai kapan Inho mau merasakan Na Young masih hidup dari Kwon Yul.

Inho mengatakan bahwa diri sisi kemanusiaan , masalah ini berkaitan erat dengan Kwon Yul dan ketiga anaknya yang harus tahu kalau Na Young masih hidup , tetapi dari sudut pandang sebagai ajudan seorang Perdana Mentri , tanggung jawab moral Inho adalah mempertahankan posisi Kwon Yul sebagai atasan dan juga Perdana Mentri hingga masa jabatannya habis.  Inho menawarkan untuk mengantarkan Dajung pulang , namun Dajung memilih untuk berjalan saja , dan mengucapkan terimakasih atas bantuan Inho.

***

Na Young kembali ke tempat penampungan di gereja , tempat dia selama ini tinggal. Joonki muncul dan memanggil saudarinya yang selama ini dikira sudah mati.

Na Young terperanjat melihat oppa-nya muncul.  Joonki bertanya kenapa Na Young bisa melakukan semua ini ?  Jika Na Young merasa nyaman dengan hidup seperti ini , Joonki mempertanyakan bagaimana dengan dia sebagai abangnya ?

Na Young hanya bisa meminta maaf kepada Joonki dan menyesal telah melakukan kesalahan.  Mereka kakak – adik saling berpelukan melepas kerinduan sekian lama.

***

Kwon Yul membeli bunga untuk Dajung , dan karyawan di toko bunga bertanya jenis bunga apa yang Kwon Yul cari.  Dia memandu Kwon Yul yang masih bingung , dan membantu menjelaskan tentang jenis2 bunga  , seperti mawar yang menandakan cinta membara , lili yang menandakan cinta yang murni dan bunga tulip yang menandakan pengakuan cinta. Pada intinya setiap bunga memiliki maknanya masing2.

Sementara itu Dajung berada disebuah toko jam untuk membelikan sesuatu untuk Kwon Yul.  Dajung teringat perkataan Kwon Yul yang guyon akan menghentikan waktu agar mereka tidak bisa berpisah.

Lalu Dajung pulang kerumah yang disambut Kwon Yul yang juga siap untuk mempersembahkan bunga. Dajung suka dengan bunga “baby breath” dan mengucapkan terimakasih pada Kwon Yul.

Kwon Yul senang melihat Dajung menyukainya . Kwon Yul mengaku membeli rangkaian bunga itu karena menyukai maknanya tentang sebuah hati yang murni , seperti nafas bayi yang menandakan sebuah hati yang murni. Kwon Yul mengaku setelah tahu makna bunga ini langsung teringat Dajung.

Dajung berkata : “ Perdana Mentri , terakhir kali kamu pernah berkata bukan , bahwa banyak hal yang ingin kamu lakukan ?

“Mulai sekarang kita akan menonton film dan berbelanja bersama , apapun yang kamu inginkan. Aku akan melakukan hal ini satu demi satu , “ kata Kwon Yul yang mulai merasa dirinya terlalu manis dan ingin berlalu karena bersikap seperti itu.

Dajung memanggil Kwon Yul untuk berhenti . Dajung menyerahkan hadiah juga berupa jam yang baru dibeli untuk Kwon Yul.  Dajung berkata : “ Kamu pernah berkata bukan ? Kalau kamu ingin menghentikan waktu jika ingin berpisah dariku ?  Tetapi Perdana Mentri , aku tidak ingin waktu berhenti , tetapi ingin terus keep going . “

“Dajung kenapa kamu berbicara seakan kita tidak akan pernah berjumpa lagi ? Kenapa kamu berkata seperti itu ? ”

“Aku hanya bergurau saja ,” kata Dajung sambil memasangkan jam ke pergelangan tangan Kwon Yul.

***

Dajung meletakkan bunga itu kedalam dua vas bunga . Dajung berpikir bahwa bunga itu memiliki makna ganda , bahwa makna lainnya adalah kesedihan yang abadi , yang rupanya Kwon Yul tidak mengetahui hal ini.

Dajung meletakkan bunga itu diruang kerja Kwon Yul , dan Dajung terus memperhatikan Kwon Yul.

Kwon Yul menjadi risih dilihat terus menerus dan sulit konsentrasi .  Dajung bertanya apakah dia telah mengganggu Kwon Yul , kalau iya Dajung akan keluar. Kwon Yul meminta Dajung tetap disitu .

Dajung bertanya apakah ada yang Kwon Yul sembunyikan selama ini. Kwon Yul merasa tidak pasti , dan bertanya kenapa Dajung tiba2 membahas hal ini. ?

Dajung menjelaskan bahwa setiap orang menghadapi momen dimana mereka menemui kebenaran yang tidak ingin mereka terima , dan bahwa mengetahui kebenaran tidak selalu berakhir bahagia.

Kwon Yul berkata bahwa dia lebih memilih mengetahui kebenaran walaupun pahit akhirnya , daripada harus mempertahankan kebohongan.

Dajung berkata : “ Kamu telah mengatakan bahwa bunga ini dikaitkan dengan sebuah hati yang murni ? Tetapi tahukah kamu legenda berkaitan dengan bunga ini ?  Pada jaman dahulu kala ada seorang wanita dimana kekasihnya terbunuh dalam pertempuran , waktu demi waktu berlalu dan wanita itu bertemu dengan pria lain.  Suatu hari , kekasih yang dikira sudah mati kembali pada wanita itu dalam kondisi hidup. Itulah makna lain dari bunga ini. Yakni kesedihan yang abadi. ”

***

Dajung membayangkan Kwon Yul berjalan menghampiri Dajung di kampus almamaternya .  Namun sebenarnya Kwon Yul dan Dajung jalan sendiri-sendiri di kampus.

Kwon Yul menuju ruang auditorium dan bertanya sendiri kenapa Dajung mengajaknya bertemu ditempat seperti ini.  Kwon Yul memasuki ruangan yang besar dan gelap dan melihat seorang wanita duduk disana.  Kwon Yul tersenyum mengira bahwa wanita itu Dajung.

Kwon Yul berjalan untuk menghampiri namun terperanjat melihat Na Young berbalik. Keduanya jelas terperanjat karena tidak bermaksud untuk bertemu satu sama lain . Terlebih Kwon Yul yang mengira selama ini istrinya sudah mati.

Sementara itu Dajung berlalu keluar karena rencananya sudah berjalan baik.

Na Young berbicara duluan bahwa dia bukan datang kesini untuk menemui Kwon Yul , namun menemui Dajung yang mengajaknya bertemu lagi.  Na Young berlalu tergesa2 dari ruangan , sementara Kwon Yul memasang wajah linglung. Ketika Kwon Yul tersadar , dia segera mencari Na Young namun sudah tidak ada.

***

Joonki masih mencerna perkembangan situasi yang tidak diduga sama sekali kalau adiknya masih hidup. Joonki menerima laporan bahwa proposal pemecatan Perdana Mentri akan didiskusikan oleh anggota legislative.

Joonki terkejut menyadari dampak perbuatannya sendiri dan meminta hal itu untuk dihentikan.  Sekretaris bingung kenapa Joonki mendadak berubah seperti ini , bukankah itu yang diinginkan Joonki selama ini ?

***

Dajung memasuki ruang kerja Kwon Yul . Dajung meninggalkan cincin yang dicari Kwon Yul selama ini , diatas meja.

Dajung juga pamit dengan anak2 dirumah , dengan alasan akan menjaga ayah Dajung di rumah sakit.  Mereka bertanya apakah Dajung akan tinggal lama di rumah sakit seperti sebelumnya ?  Dajung menenangkan Man Se bahwa dia akan segera kembali .

Dajung pergi  meninggalkan rumah kediaman Perdana Mentri dengan menangis. Sementara itu  anak2 merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Dajung.

***

Kwon Yul masih di ruang auditorium , dan berusaha mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi . Kenapa Na Young masih hidup ?

Pada saat itu Woori menghubungi Kwon Yul yang mengadukan sikap Dajung yang aneh saat pergi tadi.  Woori bertanya apakah ayahnya tahu kalau Dajung akan menjaga ayah Dajung di rumah sakit ?

Mendengar hal ini , Kwon Yul langsung menutup telepon dan pergi dengan tergesa2.  Bahkan kali ini Kwon Yul menyetir sendiri tanpa didampingi para pengawalnya. Kwon Yul tampak panik mengingat perkataan terakhir Dajung .

Dajung sendiri sudah tiba di rumah sakit , namun bimbang karena takut mengkhawatirkan ayahnya  . Dajung memutuskan untuk berlalu dari rumah sakit , ketika Kwon Yul tiba dan menyadari ada Dajung disekitar.

Kwon Yul menarik Dajung kedalam mobil untuk pulang kerumah.  Dajung nampak keberatan , namun Kwon Yul memaksa Dajung untuk masuk ke mobil.

Tags:

  • TheodoraName

    Ditunggu sinopsis selanjutnya.

  • rennyrenny

    episode yg benar2 menguras air mata….sdh berkali2 nonton ttp aja nih air mata ga bs dibendung..smoga PM mau menepati janjinya untuk tdk melepaskan da jung dan semoga da jung jg menepati janjinya untuk tdk menangis lg……

  • NIta

    Di episode ini emang bikin mood naik-turun, salut sama sikap yang Da Jung lakuin (ngembaliin posisi istrinya PM), walaupun ngorbanin perasaan dia sendiri. Berharap PM bisa jaga janjinya yang gak bakal ngelepas tangan Da Jung lagi (I know, PM orang yang sangat menepati janjinya).. tinggal 2 episode lagi, semua masalah sudah terbongkar, tinggal gmna cara penulis menyelesaikan masalahnya ajja.. semoga gak mengecewakan–”

  • Deni Yati

    Poor PM,,,kejat cintamu dgn dajung, ditunggu selanjutnya ya

  • ika

    akhirnya muncul part 2 dan 3….trima kasih author….galau2 nih nunggu senin en selasa depan hihihi

  • Dewi Yuli Astuti

    Ayooo PM kejar Dajung jangan sampai larii……

  • Ckj Pop

    dajung berakhir jadi cinderella atau scherazada (1001 malam) ?

  • Unie Nuryuni Gartini

    Sebenernya udah nonton n baca di woyla version eng sub nya, tapi tetep penasaran. Udah baca yang ini tambah penasaran lagi. Can’t stand to read the next ep, kamsahamnida….

  • Lida Tultul

    apakah kisah DaJung sprti dlm novel 1001 mlm…poor Da Jung…berat skli rasanya….keep fight da jung’si

    Dan akhirx muncul jua part 2&3…gomawo author….

  • Dikna Stevanisa

    huaa
    bkin penasaran endnya kyk gmn :3
    kwon yul sama dajung atau na young y??
    terimakasih ats sinopsisnya :-)

  • wilda atika

    huaaaaaaa ga sabar nunggu akhir nya gimana……..
    semangat ya min, aku menantikan episode selanjutnya…….
    gamsahamnida……….

  • Yao

    tengkiu mimin.tengkiu author . akhirnya selesai juga…….

    tebak2an akhirnya bagaimana yukkkkkkk

    tinggal dua episode lagi …….bad ending atau sad ending ?

    tebakan gw happy ending ….disana menurut gw yangpaling menentukan adalah man se dan nara , secara dua anak itu paling dekat dengan Dajung…..selama ini ………..dannnnnn.. mereka juga relatif kecil saat ditinggalkan na young jadi tidak ada “rasa” pada ibu kandungnya sebagaimana woori …………

    man se dan nara akan menjadi penentu , bagi kebimbangan Kwon Yul sebagai ayah………(dan juga Dajung) …….antara bini tua dan bini muda wkwkwkwkw ………anyway kalau drama empress ki bagus dalam politik………drama ini yg semestinya lebih politik sebagai perdana mentri malah menonjol disisi humanisme dan hubungan kekeluargaan…….

    jia you

    • udil

      Seru bgt komennya..

  • Bundanya Kheisya

    Semaaangattt…banyak yg menanti….

  • ika

    wes bolak balik blm dilanjut tho part 2 nya hehe…fightiiiiiiiing

    • Lisma Yanti

      Sama, aku juga dah bolak balik nunggu part 2 & 3, ayo mba semangat , banyak yg penasaran nih . :)

      • ika

        betuuuuulll…klo bs skalian episode 16 #memaksa pdhal blm tayang hahaha…

        • Kurnia Wati

          sama aku jg bolak2 dr pg,
          Minggu depan cingu tayangan terakhir,,,
          Aku juga menggalau nunggu 16 n 17 nya, penasaran endingnya,,
          meski udah nonton tp tetep aja penasaran sama sinopsisnya,,,
          *_~

          • ika

            hihihi…ya..
            akhirx muncul jg…penasaran nunggu senin en selasa :)

  • Kurnia Wati

    Yaaa,,,
    Belum slesai min???

  • durrahmah

    Semoga happy ending deh yaaaa…ditunggu kelanjutannya nih…semangat…!!!

  • Dewi Yuli Astuti

    Akhirnya sinopsisnya keluar jg…..

  • Dian Purwasih

    Ga sabar nungguin lanjutannya…
    Gamsahamnida…. fighting….